IDEAL
TRANSFORMATOR

Pada transformator ideal, tidak ada
energi yang diubah menjadi bentuk energi lain di dalam transformator sehingga
daya listrik pada kumparan skunder sama dengan daya listrik pada kumparan
primer. Pada transformator
Ideal perbandingan antara tegangan sebanding dengan perbandingan jumlah
lilitannya. Dengan demikian dapat dituliskan dengan
persamaan berikut:

Namun, pada kenyataannya tidak ada
transformator yang ideal. Hal ini karena pada transformator selalu ada
rugi-rugi yang antara lain sebagai berikut :
1. Rugi-rugi
tembaga; rugi-rugi yang disebabkan oleh pemanasan yang timbul akibat arus
mengalir pada hambatan kawat penghantar yang terdapat pada kumparan primer dan
sekunder dari transformator. Rugi-rugi tembaga sebanding dengan kuadrat arus
yang mengalir pada kumparan.
2. Rugi-rugi
arus eddy; rugi-rugi yang disebabkan oleh pemanasan akibat timbulnya arus eddy
(pusar) yang terdapat pada inti besi transformator. Rugi-rugi ini terjadi
karena inti besi terlalu tebal sehingga terjadi perbedaan tegangan antara
sisinya maka mengalir arus yang berputar-putar di sisi tersebut. Rugi-rugi arus
eddy sebanding dengan kuadrat tegangan yang disuplai ke transformator.
3. Rugi-rugi
hysteresis; rugi-rugi yang berkaitan dengan penyusunan kembali medan magnetik di dalam
inti besi pada setiap setengah siklus, sehingga timbul fluks bolak-balik pada
inti besi. Rugi-rugi ini tidak linear dan kompleks, yang dituliskan dalam
persamaan:

Fluks Bocor; kebocoran fluks
terjadi karena ada beberapa fluks yang tidak menembus inti besi dan hanya
melewati salah satu kumparan transformator saja. Fluks yang bocor ini akan
menghasilkan induktansi diri pada lilitan primer dan sekunder sehingga akan
berpengaruh terhadap nilai daya yang disuplai dari sisi primer ke sisi
sekunder transformator.
Operasi paralel
transformator pada sistem fase-tiga
Operasi
paralel berarti hubungan langsung terminal ke terminal antar transformator pada
instalasi yang sama. Hanya dua belitan transformator yang dipertimbangkan..
Logikanya juga dapat diterapkan pada gugus tiga buah transformator
fase-tunggal.
Untuk
berhasilnya operasi paralel, transformator mensyaratkan:
·
hubungan
sudut-fase sama – angka jarum jam sama (kemungkinan kombinasi tambahan disebutkan di bawah);
·
rasio
sama dengan toleransi dan julat sadapan yang sama;
·
impedans
hubung-pendek relative sama persentase
impedans dengan toleransi. Ini juga berarti bahwa variasi
impedans relatif lintas jumlah sadapan sebaiknya serupa untuk kedua
transformator.
Penting
bahwa spesifikasi tender untuk transformator yang dimaksudkan untuk operasi
paralel dengan transformator tertentu yang sudah ada berisi informasi
transformator tersebut..Beberapa peringatan penting pada hubungan paralel ini
adalah:
·
disarankan untuk tidak
mengkombinasikan transformator dengan
transformator nilai pengenalnya jauh berbeda (lebih dari 1:2). Impedans
relatif asli untuk desain optimal bervariasi dengan ukuran transformator.
·
Transformator yang
dibuat sesuai dengan konsep desain yang berbeda mungkin menimbulkan tingkat
impedans yang berbeda dan kecenderungan variasi yang berbeda lintas julat
sadapan.
·
Konsekuensi dari
ketidaksepadanan data yang kecil sebaiknya tidak diperkirakan lebih. Tidak
perlu, misalnya untuk memberikan tegangan sadapan yang sama secara tepat pada
dua transformator yang diparalel.

Gambar
: Hubungan transformator fase-tiga yang umum, dan beberapa kemungkinan paralel
buatan
Perbedaan rasio dan arus sirkulasi
Jika dua transformator yang
rasionya berbeda sedikit dienerjais dalam keadaan paralel, enerjais ini akan
menaikkan arus sirkulasi antar transformator.
Perkiraan
besarnya arus ini diases dengan cara berikut :
Dua transformator a dan b dengan
daya pengenal Sa dan Sb serta impedans
hubung-pendek relative Za dan Zb
dienerjais dalam keadaan paralel dan tanpa beban dari salah satu sisi.
Perbedaan antara tegangan tanpa beban induksi Ua dan Ub pada sisi transformator
lainnya dinyatakan sebagai hasil bagi p dari tegangan rata-rata, yang
diasumsikan mendekati sama
dengan
tegangan pengenal Ur:

Perbedaan tegangan ini
mengalirkan arus sirkulasi melewati jumlah impedans dua transformator paralel.
Karena tegangan ini utamanya induktif , arus sirkulasinya juga induktif.
Arus sirkulasi Ic dan
daya reaktif yang bersesuaian Qc,
dinyatakan sebagai hasil bagi dari arus pengenal Ir dan daya pengenal Sr dari masing-masing transformator, kira-kira :

Jika kedua transformator
mempunyai daya pengenal sama dan impedans hubung-pendek relative
sama,pernyataan ini disederhanakan menjadi:
Sirkit ekivalen konvensional dari
transformator terdiri dari impedans seri linier (untuk transformator
multi-belitan, suatu jaringan impedans) yang pada lintas terminalnya
menimbulkan jatuh tegangan. Impedans seri diidentifikasikan dengan impedans
hubung-pendek diukur pada uji rutin transformator. Jatuh tegangan tidak tergantung pada tegangan aktual karena
arus magnetisasi yang tergantung diabaikan dalam perhitungan
jatuh
tegangan.
Pengujian membolehkan pemisahan
impedans seri kedalam suatu resistans, menyatakan
rugi beban dan reaktans:
Z
= R + jX
Secara konvensional, impedans dinyatakan dalam bentuk
relatif sebagai hasil bagi dari impedans acuan Zref transformator dan
dinyatakan dalam persen. Impedans relatif ditulis:
Z
= r + jx
dengan
:

Uref
adalah tegangan belitan, yang menjadi acuan Z dan Zref. (jika
tidak ada ketentuan lain, Uref, adalah tegangan pengenal belitan
tetapi jika sadapan khusus selain sadapan utama yang diacunya, tegangan acuan
malahan mungkin tegangan sadapan). Sref
adalah nilai acuan daya untuk sepasang belitan yang terkait. Nilai acuan ini
biasanya daya pengenal dari salah satu belitan dari pasangannya tetapi nilai
acuan sebaiknya selalu dijelaskan untuk menghindari salah pengertian.Untuk
transformator fase-tiga, Z dan Zref.
adalah impedans perfase (ekuivalen hubungan bintang); nilai relatif atau
persentase impedans yang disarankan sebelumnya menjadi satu dan sama, tanpa
memperhatikan belitan yang mana dari dua belitan yang terlibat dienerjais dan
yang dihubung-pendek dalam pengujian.
Uraian beban
Beban
pada transformator dinyatakan sebagai nilai S yang berubah-ubah dari daya nyata
(tidak diidentifikasi dengan daya pengenal), dan sudut fase φ, atau nilai
terpisah dari beban aktif dan reaktif, P dan Q. Bersama-sama dengan ini
diberikan tegangan terminal, U2 yang pada tegangan itu beban
dipasang pada sisi sekunder transformator.
Notasi
mengikuti konvensi untuk bilangan kompleks dalam bentuk polar (nilai mutlak S dan
argumen S atau φ) atau dengan bagian
nyata dan imajiner P dan jQ, sebagaimana
diperlihatkan di bawah:
Beban ini dapat dinyatakan sebagai impedans beban ZL
(ohm per fase)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar